Training Leadership; Antara Hidup sebagai Perantauan dan Kearifan Seorang Pemimpin

Training Leadership; Antara Hidup sebagai Perantauan dan Kearifan Seorang Pemimpin

Foto bersama stelah Acara Training Leadership I

Ankara, 20 Januari 2012,

Momen bersejarah kami beberapa anak bangsa dari bangsa yang begitu kami cintai, mana lagi kalau bukan INDONESIA. Tanah dimana tempat kami kembali, tempat dimana orang-orang yang kami tercinta berada. Orang tua, kakak-adik kami, sahabat kecil, guru-dosen, isteri maupun sang kekasih yang tetap setia menunggu kepulangan kami. 

Adalah satu kesamaan yang ada diantara kami, yakni menjadi seorang perantau di negeri orang, Turki. Itu cukup bagi kami untuk berbagi cinta dan persahabatan di tengah keterasingan. Yah, pada hari itu kami mulai berdatangan dari berbagai penjuru Turki (masyarakat Indonesia di sini, menyebar hampir disemua kota di Turki). Ada yang dari Istanbul, Kayseri, Konya, Samsun, Malatya Izmir dan masih banyak lagi dan tidak lupa kawan-kawan Ankara sebagai tuan rumah. Hari itu kami bersiap untuk mengikuti acara esok hari. Yup, Training Leadership! Acara perdana kami, Lembaga Kajian Sosial Masyarakat Indonesia di Turki [LKS-MIT].

Hari H-11 derajat celcius [21 Januari’12]

07.00 Waktu Ankara

Pagi itu Ankara Çok Şoğuk sebelas derajat celcius di bawah nol! Kami mulai berdatangan, beberapa dari kami secara tidak sengaja bertemu di Otogar Ankara. Ada kejadian menarik saat kami akan menunaikan sholat shubuh di Mescit (kalau di Turki Mescit sebutan untuk mushola/langgar, sedangkan Camı untuk masjid besar), waktu itu ada seseorang yang kami kira sahabat kami dari Jawa Timur (anda tahulah bagaimana penampilan fisik khas penduduk Jatim) kemudian kami sapa sekaligus kami ajak untuk sholat berjamaah. Wah, ternyata dia berasal dari negerinya Upin-Ipin. Salam kenal kawan!. Pagi itu kami berjamaah bersama, bersama saudara-saudara kami dari belahan dunia yang kebetulan bertemu di mescit Otogar Ankara.

Sambutan hangat telah menanti kami, dirumah Pak Larasmoyo (ahli roket LAPAN, sekarang kandidat doktor di METU). Istirahat sejenak dan kemudian sarapan (ini yang kami nanti hehehe), masakan asli dari koki Indonesia. Luar Biasa!

Sambil sarapan kami, kami sedikit diskusi sebentar untuk persiapan acara nanti jam 11.00 ditemani ‘riuhnya’ suara anak-anak pak Moyo…

Jam 11.00 Waktu Ankara

Kami panitia mulai menyiapkan tempat sekaligus menjemput beberapa sahabat kami yang belum tahu lokasi. Bertempat di lantai tiga Burger King, Mall Kizilay Ankara acara Leadership Training yang sedianya kami adakan tepat waktu akhirnya molor 15 menit.

Acara dibuka dengan lantunan Tilawah oleh saudara Adi Surya dari Izmir

Selanjutnya diisi kulngah (kuliah setengah jam) oleh Ketua LKS-MIT  Ari Julianto dari Samsun. Kemudian, acara inti dimulai. Setelah sedikit panitia memberikan clue tentang Kepemimpinan, peserta ditugaskan untuk membuat diskripsi dan karakter sosok seorang pemimpin. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Nama-nama unikpun bermunculan sebutlah kelompok Ganteng (dengan jubir saudara Eric dari Kayseri), kelompok Cakep (jubir saudara Fawaz dari Ankara) dan terakhir Kelompok Cantik, dimana anggotanya semua putri di wakili oleh mba Annisa dari Ankara. Kemudian diskusi mengalir secara alami, ada kelompok yang langsung to the point dalam mendiskripsikan bagaimana seorang pemimpin itu, ada juga dengan mengawali dari membongkar masalah-masalah kekinian di Indonesia untuk merumuskan seorang calon pemimpin itu.

Peserta sedang diskusi

Presentasi kelompok Cakep

Presentasi kelompok Ganteng

Presentasi kelompok Cantik

Diakhir sesi presentasi, peserta diberikan kesempatan untuk melakukan debat argumentasi tentang kepemimpinan, berjalan cukup panjang dan seru. Baru berhenti setelah ditegur oleh pengelola Burger King karena kami memakai tempat terlalu lama, hehehe… Panitia sengaja tidak membuat sebuah rumusan bagaimana seorang Pemimpin Ideal itu, karena kami yakin kita dilahirkan sebagai seorang khalifah di bumi ini dengan karakter unik masing-masing. Kearifan seorang pemimpin sangat dibutuhkan saat ini tanpa hal itu hanya akan terlahir pemimpin dan masyrakat yang dipenuhi rasa curiga, membenci antar sesama sampai pada taraf hilangnya rasa kepedulian.  Yang ditekankan oleh moderator waktu itu, “Yakinlah kita semua adalah pemimpin, pemimpin hari ini dan di masa depan. Apa yang kita lakukan hari ini adalah gambaran masa depan kita” Selamat Menjadi Pemimpin!

Penutup

Acara diakhiri dengan makan bersama sekaligus sedikit pengenalan tentang LKS-MIT oleh Pak Ari Julianto kemudian dilanjutkan doa dan foto bersama. Seperti yang disampaikan oleh sang ketua dimana LKS-MIT bukanlah organisasi berbasis massa, yang berbeda dengan PPI atau organisasi sejenisnya. LKS-MIT lebih kearah NGO yang berusaha membantu masalah-masalah yang selama ini di alami oleh Masyarakat Indonesia di Turki. Relawan kami telah tersebar dibeberapa kota, dan ingin terus menjalin mitra baik dengan organisasi lokal di Turki maupun di Luar Turki demi tercapainnya visi kami yakni “Menyuburkan dan mengembangkan nilai-nilai kebaikan dengan menjalin tali persaudaraan di antara masyarakat Indonesia di Turki”. Nantikan program-program kami selanjutnya😀

Salam Satu Indonesia!

Thanks buat Mas Prabu (Ankara) atas foto-fotonya😀

3 thoughts on “Training Leadership; Antara Hidup sebagai Perantauan dan Kearifan Seorang Pemimpin

  1. Pingback: Semangkok Bakso, Bersama Atase Perdagangan RI untuk Turki « LKS Masyarakat Indonesia di Turki

  2. Pingback: Semangkok Bakso, Bersama Konselor Ekonomi KBRI Turki « LKS Masyarakat Indonesia di Turki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s