KARAKTERISTIK MUSLIM [Ngaji Online Part 1]


Jika kita bertanya kepada mayoritas orang yang sudah terdidik keislamannya tentang sosok figur yang ideal, pasti jawabnya adalah Nabi kita Muhammad SAW. Seperti apakah sosok beliau?

Beberapa bukti bahwa Rasulullah sebagai figur manusia yang ideal :

1. Rasullullah menjadi pribadi mandiri, yang mampu memanaje dirinya sendiri. Sebagaimana kita tahu bahwa rasulullah menjadi anak yatim sejak beliau masih berusia 3 bulan dalam kandungan. Dan Beliau ditinggal oleh ibu kandungnya ketika berusia 6 tahun. Kemudian Beliau diasuh oleh kakeknya dan ditinggal pula oleh Kakeknya ketika berusia 8 tahun. İtu merupakan bukti bahwa Rasulullah adalah pribadi yang mandiri.

2. Rasulullah adalah sosok yang bisa membina keluarganya dengan baik. Prototipe keluarga sakinah mawaddah wa rahmah yang diridhai oleh Allah SWT.

3. Mampu memimpin Umat, dari kondisi yang bodoh (jahiliyah) yang tidak mengenal budaya menuju umat yang beradab dan kondisi yang terang dan menghargai perbedaan.

4. Sosok yg berhasil mencetak kader-kader terbaik seperti Abu bakar Asshidiq, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Tholib dan sahabat-sahabat lainnya.

5. Rasulullah mampu mendamaikan suku yang terbiasa bersengketa kemudian berubah menjadi kerjasama untuk membangun negeri.

6. Kunci sukses Rasulullah menjadi figur yg mulia dalam pandangan Allah SWT adalah:

a) Kekuatan Akhlaq

b) Kekuatan kepemimpinan Rasulullah

Dua kunci sukses Rasulullah tadi melekat dalam diri rasulullah.

Allah SWT berfirman dalam surat Al Ahzab,33 : 21 tentang refleksi dari kepribadian Rasulullah.

‘’ Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.’’

Bahkan Aisyah R.A menggambarkan bahwa akhlaq Rasulullah bagaikan Al Quran yang berjalan. Rasulullah menyatakan dalam HR Ahmad juz 7 halaman 410 bahwa sesungguhnya kejahatan dan perbuatan jahat, keduanya bukan dari ajaran İslam. Dan Rasulullah mengatakan “wa inna ahsanan nas islaman ahsanuhum khuluqon” (dan sebaik baik manusia adalah keislaman seseorang adalah yang baik akhlaqnya)

Berkaitan dengan akhlaq ini point yang digaris bawahi:

1. Santun

Anas bin Malik menyatakan sesungguhnya saya pernah bekerja bersama dengan Rasulullah SAW selama kurang lebih 10 tahun, dan selama saya bekerja ini, saya tidak pernah mendengar Rasulullah mengatakan ah mengapa begitu, ah mengapa begitu atau kata-kata yang lebih keras lagi.(HR Muslim)

Dalam kaitan dengan sifat santun ini, Allah berfirman dalam Qs Ali İmran :159

‘’ Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu[246]. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.’’
[246]. Maksudnya: urusan peperangan dan hal-hal duniawiyah lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lainnya.

Dari ayat tersebut Allah menyatakan dengan sangat jelas bahwa dengan rahmat Allah kita berlaku lemah lembut tapi apabila kita berlaku keras, mau menang sendiri, berlaku kasar, tentu tidak ada orang yag mau mendekati kita. Allah telah menyuruh kita untuk memaafkan dan bermusyawarah dg mereka.

Kita dapat menyimpulkan dari ayat diatas yaitu kita (muslim) diminta menjadi orang yang lemah lembut, tidak berhati kasar, jadi menjadi pribadi yang senantiasa memberi maaf, memohonkan ampunan kepada Allah bagi mereka dan bermusyawarah.

2. Pemaaf

Dalam sebuah kisah, Rasulullah pernah berhutang kepada seorang yahudi yang bernama Saad bin Tsa’ah. Kemudian Saad bin Tsa’nah hendak menagih utang pada rasulullah yang sebetulnya jatuh temponya masih 3 hari lagi.Ketika bertemu dg rasulullah ditariklah baju rasulullah olehnya sembari menghardik ‘’ hey kamu bani abdul muthalib, engkau telah lalai membayar hutang’’ mendengar hal tersebut Umar bin Khatab marah. Tetapi Rasulullah mengatakan pada umar: ‘’wahai Umar sesungguhnya Yahudi itu benar,dia akan menagih utang padaku, walaupun memang waktunya sebetulnya masih 3 hari lagi.’’ Kemudian Rasulullah meminta kepada Umar untuk membayarkan utang Rasulullah dan ditambah 20 sak agar marahnya hilang.

Itullah kemuliaan akhlaq Rasulullah yang dilukiskan dalam HR Al Baihaqi, Ibnu Hiban dan At Tabbrani tadi. Dengan kemuliaan akhlaq Rasulullah tersebut Saad bin Tsa’ah masuk islam.

3. Sangat Rendah Hati

Rasulullah sangat rendah hati, dalam posisinya yang sedemikian rupa tapi Rasulullah tidak mau disanjung secara berlebihan. Bahkan dalam sebuah kisah, ketika Rasulullah datang, para sahabat berdiri dan memanggil dengan sebutan Yang Mulia. Kemudian Rasulullah menegur sahabat tesebut dengan ‘’wahai sahabatku, jangan engkau agungkan aku sebagaimana orang nasrani mengagungkan Isa bin Maryam, sesungguhnya aku hanyalah Abdullah, hamba Allah.’’(HR. Ahmad)

Dalam kisah yang lain, Rasulullah di panggil dengan Ya khoiril bariyyah (wahai manusia yang terbaik), namun rasulullah menegurnya, ‘’jangan engkau panggil aku dengan sebutan itu.’’ Beliau tidak mau disanjung secara berlebihan.

4. Kasih Sayang

Dalam hadist Rasulullah mengatakan tidak sempurna iman seseorang, sampai dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri. Dalam hadist yang lain, berilah budakmu, pakaian yang biasa kamu pakai, dan berilah mereka makanan seperti apa yang mereka makan. Jangan kamu menyiksa makhluk Allah, jangan kamu membeda-bedakan makhluk Allah. (HR Bukhari).

Oleh karena itu kasih sayang ini dimanapun kita berada harus menjadi bagian yang terintegrasi secara menyeluruh pada diri kita. Saling bantu apabila ada kesulitan adalah bagian dari refleksi kasih sayang kita kepada sesama. Sebagaimana yang Rasulullah katakan pada Aisyah bahwa Sesungguhnya Allah itu Maha Kasih Sayang dan sesungguhnya Allah senang dengan kasih sayang (HR Muslim juz 4 hal 2003)

Inilah bukti bahwa kasih sayang tidak terbatas oleh ras, negara dan kasih sayang ini bagian dari Akhlaq.

5. Teguh Beribadah

Rasulullah sangat teguh ibadahnya dan sangat rajin ibadah. Seperti dalam hadist Rasulullah dalam Riyadhus Shalihin. Aisyah RA melihat rasulullah sedang beribadah kemudian Aisyah tertidur dan terbangun kembali tetapi masih melihat Rasulullah masih melakukan shalat, kemudian Aisyah bertanya, wahai suamiku mengapa engkau begitu kuat ibadah kepada Allah SWT padahal engkau adalah sosok yang sudah dijamin oleh Allah yang masuk ke dalam surganya. Dosa engkau yang telah lalu dan yang akan datang telah diampuni oleh Allah SWT, mengapa engkau masih tekun beribadah. Maka Rasulullah mengatakan tidakkah pantas aku menjadi orang yang bersyukur.

Begitulah jawaban orang yang mulia yang meskipun telah dijamin oleh Allah masuk ke dalam syurgaNya tetapi tetap teguh beribadah untuk bersyukur kepada Allah.Bagaimana dengan kita? Jangan sampai urusan dunia membuat kita lalai dalam beribaddah kepada Allah SWT. Kita diminta oleh Allah untuk seimbang antara dunia dan Akhirat dalam QS AlBaqoroh ayat 201

“Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”[127].
[127]. Inilah doa yang sebaik-baiknya bagi seorang muslim.

Allah menjanjikan akan memberikan kepada orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal soleh, berupa kekuasaan seperti dalam QS 24:55.

‘’ Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.’’

Kekuasaan di sini yang dimaksud belum tentu jadi penguasa dalam pemerintahan, tetapi minimal ahli dalam bidangnya masing-masing.
Dan Allah juga menjanjikan kepada orang-orang yang mengejar keridhanNya akan menunjukan jalan- jalan kemudahan seperti dalam QS Al-Ankabut,29 : 69.

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.’’

Jadi semoga kita dapat meniru kepribadian Rasulullah dan harus bisa bermanfaat bagi sesamanya, seperti yang telah kita ketahui dalam hadist bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain.

Pertanyaan:

1. Penanya : Saudara Yusuf, Samsun dan Saudari Mila.

Pertanyaan : Bagaimana menjalankan Islam di tempat yang tidak kondusif, misal ujian yang mengambil waktu dari ashar hingga maghrib.

Jawaban :

-Kondisi di Turki mungkin lebih baik daripada di Perancis yang jarang masjid, (jadi yang pertama adalah bersyukur,red). (Pemateri sedang studi di Perancis).
-dalam hadist Bukhari jus 1 hal 85:

‘’Permudahlah jangan dipersulit, berikanlah kabar gembira, jangan membuat yang lain lari karena takut’’

Jadi diusahakan kerjakan shalat sebisa mungkin tepat waktu. Adapun jika keadaan tidak memungkinkan, misal dhuhur bisa di jamak dengan ashar. Tapi yang penting kita harus berusaha untuk menjalankan sesuai dengan apa yang kita yakini.

2. Penanya : Saudari Yasmin, Konya.

Pertanyaan : Bagaimana menghadapi orang yang dengan mudah mengatakan bermimpi bertemu dg Rasulullah SAW.

Jawaban :

Sebelum tidur kita dianjurkan untuk banyak berdoa, agar setiap aktivitas kita menjadi ibadah. Seperti dalam QS Al An’aam,6:162

‘’Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam’’

Terkait dengan mimpi, tidak mudah bermimpi bertemu dengan Rasulullah. Dan yang terpenting bukan pada bertemu atau tidak dengan Rasulullah tetapi bahwa Akhlaq Rasulullah sudah jelas dalam Al Quran. Karena sesungguhnya Allah tidak melihat fisik dan kekayaan seseorang melainkan hatinya. Hati adalah cermin. Apabila hatinya bersih tentu saja ibadahnya bagus. Yang terpenting adalah menjadi manusia yang bertaqwa.

Disarikan dari Kajian Online Part I [Bulan Maret 2012] via Skype @ngajibarengditurki LKS-MIT.

Bersama :

Ustadz. Muhammad Yusro [Université Blaise Pascal, France]

http://www.facebook.com/muh.yusro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s