Ada Apa Dengan Peduli?

 

Jika kita mau menilik sejenak, akhir-akhir ini permasalahan yang muncul di sekeliling kita kebanyakan adalah masalah yang sebenarnya lahir dari sebuah sikap yang sama, yaitu ke-tidak pedulian. Para pejabat senang berkorupsi karena tidak pedulinya mereka terhadap rakyat kecil. Banyak wanita dengan tenangnya membuang bayi yang baru dia lahirkan karena tidak pedulinya ia terhadap nasib sang bayi suci. Kejahatan merajalela dimana-mana pun karena tidak pedulinya para pelaku kejahatan terhadap keamanan lingkungan. Dan masih banyak banyak lagi tindakan-tindakan serupa yang muncul akibat kurangnya rasa peduli, baik peduli terhadap diri sendiri, lingkungan, masyarakat, bahkan pada Sang Pencipta.

Peduli adalah sebuah akhlaq mahmudah, akhlaq yang pantas dimiliki oleh muslimah. Sebagai seorang muslimah, hendaknya kita harus memupuk rasa peduli itu sedini mungkin. Jika kita menilai diri ini masih jauh dari rasa peduli, masih ada kesempatan untuk menanamkan rasa itu dari sekarang. Karena, perubahan hanya akan ada ketika kita sendiri yang memulainya. Dan kapan lagi akan memulai kalau bukan dari sekarang juga.

Sebagai mahasiswa, peduli adalah sifat yang harus dimiliki. Mahasiswa adalah kunci pergerakan dari sebuah bangsa. Pergerakan itu tidak akan menuju kepada perbaikan jika mahasiswa dari bangsa itu minim rasa peduli. Lantas karena kita saat ini berada di luar negri, akankah ada pernyataan, “Buat apa saya peduli, toh di sini juga nggak bisa buat apa-apa” ? Jika kita berfikir seperti itu, berarti kita harus mengoreksi diri untuk memupuk rasa peduli. Padahal, kita sekarang di luar negri ini bertujuan untuk nantinya agar bisa membenahi Indonesia.

Setiap muslimah adalah calon dari ibu yang akan melahirkan generasi-generasi penerus bangsa. Baik buruknya generasi suatu bangsa bisa dilihat dari kualitas kaum wanita yang ada. Ibu adalah “madrasatul ula”, sekolah pertama untuk anak-anaknya, tempat bertanya dari pertanyaan-pertanyaan yang  sekiranya menyisakan tanda tanya di kepala sang anak, tempat sharing atas semua masalah yang melanda. Alangkah baiknya kalau kita adalah calon ibu yang mempunyai rasa peduli yang tinggi. Dengan adanya kepedulian pada diri setiap muslimah, maka permasalahan-permasalahan yang pelik akan terkurangi bahkan masalah besar pun mampu teratasi.

Oleh: Qonitina Bilqisti, Mahasiswi Hacettepe University Ankara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s