Apa yang Dicari dari Shalat Kita?

Apa yang di cari dalam shalat kita
Apa yang kita cari dalam shalat kita???

Oleh: Uni Renita Sari, Bonn Germany
Kajian Muslimah skype

19 September 2012

1. Khusu Ghayah (tujuan) dalam ibadah adalah mendapatkan ketenangan hati. Shalat bagi para shahabat itu adalah sebagai tempat beristirahat dari segala kepayahan (aktivitas) dunia.

Bilal selalu di suruh oleh Rasulullah untuk meng”istirahat”kan manusia untuk jeda sejenak dari aktivitas2nya. Jadi shalat adalah sebagai tempat untuk mengcharger energi dan tempat memasrahkan segala sesuatu kepada Allah.
Bagi siapapun yang merasa shalat itu berat untuk di lakukan, berarti aktivitas2nya ringan-ringan saja (atau tidak banyak berarti).

Shalat adalah sarana untuk memasrahkan diri kepada Allah, sedangkan khusu adalah sarana di dalam sarana dimana supaya tujuan (ghayah) bisa di capai.
Bahkan di Indonesia ada pelatihan khusus untuk shalat Khusu… yang di adakan di hotel berbintang, dari mulai sarana tempatnya, sejadahnya, permadaninya bahkan hal yang lainnya untuk menunjang ke khusu-an.Tapi bagaimana khusu sebenarnya? apakah harus demikian?

Khusu tidak di peroleh dari nyamannya tempat atau indahnya bacaan imam. Khusu adalah orang yang dalam shalatnya itu meyakini bahwa mereka akan berjumpa dengan Allah dan suatu saat segala perbuatannya akan di pertanggung jawabkan di hadapan Allah.

Shalat di artikan juga dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Perbuatan keji (perbuatan syahwat) seperti zina, perbuatan mungkar (perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain) seperti mencuri, korupsi, memfitnah, membunuh.

Contoh shalat khusu seperti yang di lakukan oleh Rasulullah sambil menggendong cucu, tapi tetap bisa melakukan shalat dengan khusu. Apakah dengan tidak mendengar apa2, itu di katakan khusu? ternyata bukan.
Rasulullah pernah mempercepat shalat ketika mendengar ada tangisan bayi… tapi tetap shalat Rasulullah khusu. Jadi beliau tetap mendengar suara dan tetap fokus terhadap bacaan shalatnya.

Pernah juga suatu saat Rasulullah sujudnya lama sekali, sampai para shahabat mengira beliau telah tiada. Ternyata setelah selesai shalat para sahabat bertanya kenapa sujudnya lama, Rasulullah menjawab karena di punggungku ada Husein yang sedang bermain
jadi aku tidak mau mengganggunya.

Contoh kecil ketika salah satu ibu RT memarahi anaknya yang mengganggu shalatnya. “Kamu ini jangan nakal, jangan lari2 karena ibu sedang shalat sedang menghadap Allah”
Seharusnya shalat itu di bayangkan sebagai sesuatu yang menyenangkan, bukan sesuatu yang menyeramkan. Itulah apa yang di lakukan oleh Rasulullah…. tidak memutuskan kesenangan Husein yang bermain di punggungnya ketika shalat.

Shalat juga adalah perintah langsung dari Allah SWT ketika Rasulullah miraj ke shidratul muntaha. Pada saat itu Allah memberikan keistimewaan pada umat islam yaitu 2 perintah dan 1 berita yang di turunkan Allah kepada Rasulullah:
1. Berita bahwa umat Rasulullah SAW akan masuk syurga kecuali orang-orang yang syirik
2. Perintah untuk shalat.
3. Ayat akhir dari surat Al Baqarah

2. Keutamaan shalat:
1. Tanda keberuntungan (QS Al Mu’minun 23 : 1-2)
berarti orang yang shalat adalah orang yang beruntung. Bagaimanapun kondiri dan posisi dia di dunia tapi kalau dia melaksanakan shalat maka dia orang yang beruntung
2. Pewaris syurga firdaus yang abadi. ( QS Al Mu’minun : 8 -11)
Bagi orang yang konsisten terpelihara shalatnya, dia adalah pewaris syurga firdaus
3. Shalat yang di tegakkan menjadikan pelakunya terjauh dari perbuatan keji dan mungkar
Artinya terpelihara rukunnya, sunnahnya, tepat waktunya, dan bacaannya
4. Disaksikan langsung oleh Allah SWT (QS As Syuara : 217 – 219). Makanya bagi para shahabat, shalat itu adalah hobi.
5. Orang yang dalam shalatnya, bacaannya langsung di sahut oleh Allah SWT. Hal ini di jelaskan dalam hadits.
6. Shalat itu tempat menenangkan hati. (QS Ar Rad : 28) (QS Thaha 20 :14)
7. Shalat itu penghapus dosa di antara dua shalat selama di jauhinya dosa-dosa besar. Misalnya shalat dzuhur sebagai penghapus dosa selama subuh ke dzuhur.
8. Shalat itu mensucikan jiwa kita. Seperti yang di katakan Rasulullah dalam hadits shohih bagaimana jika seseorang di depan rumahnya ada sungai, dan dia mandi 5 hari sekali. Seperti itulah dosa kita di bersihkan melalui shalat kita
9. Shalat itu adalah pemenuhan janji dari Allah bagi hambaNya yang shaleh. (QS An Nisa : 103)
10. Sumber dari kesucian orang mukmin. Mensucikan jasadnya melalui wudhu, mensucikan ruhnya dengan shalat, mensucikan tempat dengan bersih dari hadats.
11. Sarana bermunajat yang di kabulkan Allah, atau sarana komunikasi hanya kepada Allah. Tasbih, tahmid dan istighfar adalah kalimat utama yang di ucapkan ketika shalat, di luar itu beberapa ulama ada yang me-makhrukh-kan, mazhab syafii membolehkan selama
12. Shalat itu adalah pewajibannya orang yang baligh mutlak. Bagi dia mampu, sehat, sakit kewajibannya tetap melekat dan harus di laksanakan. Bahkan ketika dia meninggalpun dia harus di shalatkan.
13. Shalat itu pembatas keimanan dan kekufuran. Meninggalkan shalat itu ada hukumannya
– Jika dia tahu shalat itu wajib, dan dia merasa bersalah ketika meninggalkan maka di anggap sebagai dosa besar dan harus bertaubat.
– Jika dia tahu shalat itu wajib, tapi tenang saja tidak merasa bersalah maka dia adalah fasik.
– Jika dia paham shalat itu wajib, tapi dia mengikrarkan bahwa terserah saya mau shalat atau enggak (cuek) maka di hukumkan sebagai kafir.

PERTANYAAN:
iis : ketika shalat tarawih di turki itu bacaan qurannya plong tereleng satu nafas…
trus karena kita mau khusu apakah boleh membaca bacaan sendiri tanpa mengikuti bacaan imam???? gimana menurut uni renita

Jawaban: Ketika kita sudah memilih untuk berjamaah, maka harus mengikuti imam baik bacaan dan gerakannya. Bahkan ketika imam salah bacaan, kan harus ada yang membenarkan.
Walaupun bacaan yang di satu nafaskan itu makhruh tapi tetap kita harus mengikuti imam, kecuali harus cari jamaah shalat yang lain.

mba dewi: bolehkan seseorang ganti-ganti mazhab???

Jawaban: Beragama itu harus konsisten. Maka mazhab apa yang kita yakini baik maka jalankan itu, walaupun bisa jadi ketika kita berada di negara orang lain yang mazhabnya berbeda kita bisa menggunakan salah satu mazhabnya selama itu di benarkan oleh mazhab kita juga.
Tapi tetap mazhab pondasi basic kita tetap harus di pegang teguh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s