SOLSTICE DAN EQUINOX

Oleh: Lale Fatma Yulia Ningsih

Mahasiswi Kandidat Master English Education (TEFL) Istanbul University

DAUN PERTAMA: TUNAS

tunasKala itu semester empat di suatu siang yang bikin ngantuk, mata kuliah Extensive Reading II, bahan bacaannya adalah astronomy, mata kuliah Pak Husni. Kebayang kan penderitaannya seperti apa? Belum kebayang ya? Baiklah, saya ulangi sekali lagi: siang hari yang ngantuk, kuliah Extensive Reading II dengan bahan bacaan buku astronomy yang berbahasa inggris, kuliah Pak Husni pula. Saya rasa kali ini sudah kebayang, setidaknya bagi mahasiswa pendidikan bahasa inggris FKIP-UNRAM yang pernah duduk di kelas Pak Husni. Mari kita ke inti cerita. Jadi waktu itu saya merasa tidak dapat apa-apa kecuali tiga kata, karena kata itu disebut berulang-ulang di buku astronomy tersebut yaitu: “summer solstice”, “winter solstice” dan “equinox”. Bingung kan ini apa? Apakah semacam “rule underlying” atau “surface”nya phonology? Saya juga bingung waktu membuat resume bacaannya, jadi hanya ngalur ngidul dan muter-muter. Saya bisa membayangkan Pak Husni dengan lesung pipitnya tersenyum membaca resume kami yang ngalur ngidul entah kemana waktu itu.

Baiklah mari kita kembali ke masa sekarang ketika saya mengingat kembali tiga kata itu, kata yang saya ingat ketika saya berada di negara yang berlambangkan lale (Turki: tulip), dan saya merasakan sendiri bagaimana susah senangnya winter soltice. Kata yang saya dapat bertahun-tahun lalu, dan saya baru merasakan apa itu winter solstice.

Sungguh tepat sekali apa yang di tulis bang Tere Liye “Membaca itu jika tidak bermanfaat sekarang, esok lusa akan berguna. Maka banyak-banyak membaca sekarang, esok lusa akan berguna banyak. Tidak akan menyesal orang-orang yang suka membaca”

Sepertinya satu contoh tidak cukup untuk menggambarkan betapa pentingnya membaca, saya memberikan contoh kedua, tidak jauh-jauh, cukup pengalaman saya saja. Pada waktu itu semester dua, saya iseng-iseng ke PUSDA, sok jadi mahasiswa rajin yang kutu buku. Pokoknya sok pinter banget dah waktu itu. Terus ceritanya saya mengambil salah satu buku yang berjudul “AMERICAN MIND” yang tebalnya lebih dari 500 halaman dan bisa dijadikan bantal (seperti buku INTRODUCTION MODERN LINGUISTIC karya O’Grady yang juga bisa dijadikan bantal). Haha, ini yang namanya bunuh diri. Tapi saya tetep kekeh untuk membuka halamannya dan suatu ketika saya menemukan salah satu puisi yang aneh, puisi kombinasi bahasa Inggris dan bahasa Latin karya Emily Dickinson “Sic Transit Gloria Mundi”, saya kemudian sok pinter memfoto-copy buku tersebut. Pokoknya sok deh. Dan lima semester kemudian, puisi tersebut menjadi skripsi saya.

Bener kan kata-latanya Bang Tere Liye? Kalau dimasa sekarang tidak terasa manfaatnya, di masa yang kan datang akan terasa manfaatnya. Kalau males baca, paksa diri untuk membaca, seperti dahulu Rasulullah SAW dipaksa membaca oleh malaikat Jibril. Rasulullah waktu itu menjawab bahwa beliau tidak bisa membaca, tapi tetap terus dipaksa oleh malaikat Jibril. Bayangkan, Rasulullah yang sudah tidak muda lagi dan buta huruf pula, memaksakan dirinya untuk membaca, nah kita yang dari SD sudah bisa membaca bagaimana?

Jadi, gemarlah membaca, seraplah berbagai nutrisi dari akarnya ilmu pengetahuan: buku, maka anda akan menjadi tunas-tunas yang “briliant”.

DAUN KEDUA: PUCUK

Ada beberapa fenomena di bumi yang mungkin luput dari perhatian kita, fenomena dimana siang hari lebih panjang dari malam hari yaitu summer solstice, fenomena dimana malam hari lebih panjang dari siang hari yakni winter solstice dan ada juga fenomena yang tak kalah luar biasanya dibandingkan keduanya yaitu akan ada suatu masa diamana keseimbangan terjadi, keseimbangan dimana siang hari dan malam hari panjangnya sama, inilah yang disebut sebagai equinox.

Summer solstice dan winter solstice terjadi hanya sekali dalam setahun sedangkan equinox terjadi dua kali dalam setahun.

Sebenarnya ada sebuah pelajaran yang bisa kita ambil dari ketiga terms tersebut, ketika anda mengalami summer solstice dimana terang lebih banyak daripada gelap, banyak-banyaklah memanfaatkan masa terang tersebut. Ketika anda sedang ada harta berlebih, pandai-pandailah memanfaatkannya, menabunglah, insyaAllah akan bermanfaat di masa yang akan datang, akan lebih bagus lagi kalau ada yang dipakai bershadaqoh. Ketika anda masih muda, manfaatkah waktu muda anda sebaik mungkin, tabunglah banyak-banyak kebaikan, dimasa tua nanti anda akan memetik hasilnya.

Summer soltice, masa muda, masa kegemilangan, masa sehat, masa lapang  sebenarnya adalah sebuah cobaan buat manusia sebagaimana juga “winter solstice” dimana malam lebih panjang daripada siang, makan mie lebih sering ketimbang makan makanan empat sehat lima “sebur aiq”, nilai C lebih banyak ketimbang nilai A, lebih banyak dimarah dosen ketimbang dipuji, lebih banyak malesnya ketimbang rajinnya, dan masih banyak yang lain. Jangan bersedih. Jangan menyerah. Karena sesungguhnya habis gelap terbitlah terang, sungguh setelah kesulitan itu akan ada kemudahan. Sebagaimana yang disebutkan dalam surat Alam-Nasyroh

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”

Masih ingat teori penekanan di “My luve is like a red, red rose”? Kenapa kata “red” disebut berulang? Karena penekanan bahwa “rose”nya berwarna “red” tidak berwarna putih, tidak berwarna pink, apalagi berwarna biru.

Itu berlaku juga untuk penekanan dalam ayat Al-Qur’an tersebut. Setelah ada kesulitan akan ada kemudahan, PASTI, setelah kesulitan akan ada kemudahan.

Setelah summer soltice akan ada equinox, setelah winter solctice akan ada equinox. Masih ingat kan? Bahwa summer solstice dan winter soltice terjadi hanya sekali dalam setahun sedangkan equinox terjadi dua kali dalam setahun. Mirip filosofi dalam surat Al-Qur’an tersebut bukan? Inilah teori “Keseimbangan”. Keseimbangan ini Tuhan tunjukkan kepada manusia agar manusia tetap optimis jangan pesimis. Seperti kata Bang Andrea Hirata “Pesimistik tidak lebih daripada sikap takabbur mendahului nasib”. Jadi janganlah takabur mendahului nasib.

Nikmatilah setiap proses dan bersiaplah untuk menggeliatkan tunasmu kepada dunia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s