Di balik Perpisahan

Image

Teman, taukah kamu ada apa di balik Perpisahan? Mendengar katanya saja sudah meninggalkan nyeri di hatiku. Ya, perpisahan adalah salah satu episode kehidupan yang paling aku takutkan. Aku rasa bukan hanya aku sendiri yang merasakan, banyak orang di luar sana juga yang takut akan satu kosa kata ini. Namun apalah daya kita sebagai manusia yang lemah. Perpisahan itu pasti akan terjadi. Kalau memang bukan waktu yang memisahkan maka maut yang akan memisahkan kebersamaan itu.

          Menjelang hari keberangkatanku ke Turki, salah seorang sahabatku mengirimkan sebuah ucapan perpisahan yang sungguh berbeda dan sarat akan makna. Lebih tepatnya ini bukanlah sebuah ucapan perpisahan, namun malah hikmah di balik perpisahan itu sendiri.

               “Suatu hari seorang anak muda bertanya kepada gurunya. Sentaku, ceritakan padaku tentang perpisahan. Mendengar pertanyaan itu Sentaku tersenyum. Setelah duduk, meletakkan tongkatnya dan menghela nafas, dengan bijaksana, Sentaku mulai bercerita.

               Perpisahan adalah awal bagi yang baru. Seperti rajawali saat meninggalkan anak-anaknya. Seperti ular yang membuang kulit luarnya di musim panas. Pun seperti letupan dalam buih, setiap hentakan perpisahan selalu melahirkan pencerahan yang akan terbekal dalam waktu selanjutnya.

               Tidak perlu benci, tidak perlu dendam, tidak perlu pembalasan. Seperti air yang selalu mengalir ke bawah, perpisahan adalah alami.

               Meninggalkan dan ditinggalkan selalu menjadi bagian hidup anak manusia.

Sebab, kelak setiap orang pasti akan meninggalkanmu.. atau justru kamu yang akan meninggalkan mereka.

               Tidak ada kebersamaan yang abadi, bumi selalu berputar, pagi selalu

hadir sebagai titik pisah antara malam dan siang. Seperti anak panah yang melesat dari busurnya, anak panah itu akan berlari menuju sasaran, dan busur pun kembali siap menjadi pelontar bagi yang lain.

               Itulah proses, itulah roda, itulah waktu. Perpisahan pasti berbekas. Setiap keratan dan sayatannya adalah hasil dari pisau-pisau tajam kehidupan yang mengukir lembut setiap jengkal tubuhmu. Terima dan resapi itu, kelak karena perpisahan engkau akan menjumpai bahwa setiap helai hatimu telah menjadi lebih indah dari sebelumnya.

               Bukankah benang sari harus meninggalkan tangkainya lalu memeluk erat putik bunga  untuk menjadi buah?

               Setelah beberapa waktu meresapi kata-kata gurunya, aura cerah memancar dari wajah anak muda itu. Ia pun undur diri dan mulai melangkah melanjutkan hidupnya.”

            Berkat pesan dari sahabatku tersebut, kepergianku menuju Turki semakin mantap. Aku tak takut lagi berpisah dengan keluarga yang begitu menyayangiku, teman-temanku yang selalu hadir di kala suka dan duka. Sebenarnya berpisah bukan hanya dengan insan semata, namun juga dengan segala yang kita cintai. Berpisah dengan indonesia, itu juga merupakan hal yang tak mudah. Sering kalanya rindu makanan indonesia, nasi putih, nasi goreng, nasi uduk, dan nasi yang lain lainnya. Untuk nasi saja sudah berbagai macam rupanya, apalagi ikan favoritku. Ada yang digoreng, dibakar, dipepes lah segala. Sungguh aku baru menyadari akan kekayaan budaya indonesia itu sendiri ketika aku berada jauh dari tanah air. Seperti kata sang pujangga Khalil Gibran,

Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka,

sebab apa yang paling kalian kasihi darinya

mungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan

seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat dari padang dan dataran.

            Nah teman, sekarang apakah kita masih takut dengan PERPISAHAN ?

Nurul Asmi Amalia/ Ankara, Turki

Physics Engineeering/ Hacettepe Universitesi

One thought on “Di balik Perpisahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s