TIPS AND TRICKS TO KICK TURKIYE BURSLARI SCHOLARSHIP INTERVIEW

TIPS AND TRICKS TO KICK TURKIYE BURSLARI SCHOLARSHIP INTERVIEW

TBS

Oleh: Lale Fatma Yulia Ningsih
Graduate Student in Istanbul University (TEFL)

Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat bagi teman-teman yang sudah mendapat email lulus untuk ke tahap wawancara. Untuk teman-teman yang belum mendapat email, ditunggu dengan sabar karena seingat saya dulu bahwa emailnya dikirim bertahap karena wawancaranya juga bertahap. Kalaupun ada dari teman-teman yang tidak bisa sampai kepada tahap wawancara atau nantinya ada yang masuk ke tahap wawancara tapi belum ditakdirkan untuk menginjakkan kaki di bumi para penakluk, saya hanya ingin kita semua mengingat perkataan Ustadz Anis Matta saat berkunjung ke Istanbul beberapa waktu yang lalu

“Kita harus berpikir bahwa dunia itu kecil. dengan merasakan bahwa dunia itu menjadi kecil karena kita tidak lagi punya kendala operasional, tidak punya kendala untuk bergerak, tidak ada lagi sesuatu yang kita sebut jauh, maka cita-cita yang besar itu juga seharusnya bisa menjadi kecil dalam pikiran kita. Dan apa yang kita anggap besar atau dianggap besar oleh orang, seharusnya juga itu bisa menjadi kecil dalam pikiran kita. Karena yang besar dan yang kecil itu, ukurannya bukan pada realitas, tetapi ukurannya pada cara kita mempersepsi apakah itu hal besar atau kecil”

Jadi teman semuanya, marilah kita menananamkan persepsi bahwa cita-cita kita itu sangat mudah untuk diraih [kecil] agar kita tidak mencari-cari alasan untuk mewujudkannya.

Saya ingin kembali tujuan saya menulis tulisan ini; berbagi pengalaman seputar interview beasiswa Turkish Burslari Scholarship di tahun 2012.
Waktu itu saya sedang bersiap-siap pulang untuk merayakan Maulid di kampung halamaan ketika tiba-tiba tablet saya berbunyi aneh, email masuk. Email dari AHMET ALEMDAR yang membuat saya senang tapi juga susah. Susah memikirkan uang untuk ke Jakarta, senang karena ternyata saya mampu untuk menembus tahap selanjutnya. Dan alhamdulillah sekarang bisa sampai di negeri para penakluk—ini gelar yang saya berikan untuk Turki. Berikut ini beberapa pengalaman yang ingin saya bagi:

A. DO RESEARCH

Location: Interview Venue
Mengetahui dengan jelas dimana tempat wawancara berlangsung sangatlah penting. Usahakan untuk datang ke lokasi wawancara sebelum hari H untuk menghitung berapa menit waktu yang ditempuh dari tempat tinggal ke lokasi wawancara. Ini untuk menghindari teman-teman datang terlambat mengingat Jakarta sangat macet. Selain itu bisa dibayangkan kalau teman-teman belum tau lokasi kemudian macet dan berefek pada keterambatan datang ke tempat wawancara.
Hanya berbagi cerita, saya dulu tiba beberapa hari sebelum interview, mulai dari survey lokasi hingga mencari penginapan yang dekat dengan tempat wawancara.
Location: Tempat Menginap di Jakarta
Usahakan agar tempat menginap dekat dengan tempat wawancara untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjebak macet.
Location: Jangkauan dengan alat transportasi umum
Sebagaimana diketahui bahwa Jakarta adalah kota termacet di Indonesia, usahakan tempat menginap di Jakarta selain dekat, juga terjangkau alat transportasi umum yang sedikit membantu menghindari macet seperti busway.

2. Last Year’s Interview Questions
Bertanyalah kepada orang-orang yang lulus wawancara tahun lalu, untuk menambah informasi dan menambah persiapan.

3. Prepare Your Own Answer
Sebelum saya datang ke Jakarta, saya bertanya kepada para senior yang sudah berada di Turki seputar pertanyaan wawancara. Setelah itu saya menjawab pertanyaannya yang juga saya sesuaikan dengan beberapa tips dalam menjawab pertanyaan beasiswa yang banyak bisa di akses di mbah google.

Sebelum berlanjut ke pembahasan pertanyaan tahun lalu, saya ingin menegaskan bahwa wawancaranya dalam Bahasa Inggris dan bahasa inggris mereka sangat jelas. Dan yang membuat saya tersihir adalah mata kedua interviewernya berwarna biru. Lelaki bermata biru🙂
Untunglah saya cepat-cepat tersadar untuk segera konsentrasi menjawab pertanyaaan-pertanyaan mereka, tapi tak bisa dipungkiri, mata biru mereka yang sangat indah itu sering membuat buyar konsentrasi. Hihihi.

B. LAST YEAR QUESTIONS

Pasti sesi ini yang banyak ditunggu-tunggu. Sebenarnya dati tadi saya sengaja muter-muter gak jelas biar pada penasaran.

1. Please Introduce Yourself
Sepintas memang pertanyaan ini sangat mudah dijawab. Teman-teman jangan samapai terkecoh. Banyak orang yang menjawab pertanyaan ini dengan “I graduated from XXXX university”. Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang menggambarkan siapa anda. Jawan yang greget. Jawaban yang membuat mereka penasaran dan ingin bertanya lebih dalam. Dan ini jawaban saya waktu itu.

Interviewer: Could you please introduce yourself?

Interviewee: My name is Lale Fatma Yulia Ningsih, but my friend called me Fatma, Fatma not Fatimah. It is not coming from “Fatimah” it just “Fatma”.

Interveiwer: Yes yes, we have that name too in Turkey. We have a lot.

Wah waktu itu saya gak percaya apa yang dikatakan mereka. Eh pas sampai di Istanbul ternyata bener banyak. Di asrama saja ada 5 nama Fatma termasuk saya. Intinya adalah lihatlah bagaimana mereka terpancing untuk berbicara juga karena wawancara itu bukan hanya tentang bagaimana kita memperkenalkan diri kita yang pantas untuk dipilih tetapi juga mengenai bagaimana kita membuat orang lain merasa nyaman berbicara dengan kita dan terpancing juga untuk berbicara. Kalau bahasa kerennya bangunlah ikatan hati, atau setidaknya rebutlah hati mereka, make the first impression bahwa anda adalah orang yang enak di ajak ngobrol.
Saya lanjutkan dengan jawaban saya atas pertanyaan untuk memperkenalkan diri saya.

“…I am now a teacher in one of public high school, I also involve in non-governmental organiation such “UNIMIG Indonesia”, and active steering committe in argUMent—one of english debating community in my university”.
Nah ini juga mereka terpancing untuk berbicara, karena saya hanya menyebutkan nama-nama saja. Jadilah mereka bertanya pertanyaan nomor dua dibawah ini.

2. Could you please explain more?
I am now a teacher in one of public high school in my home city, sometimes I also help several students’ activities in school. Besides that I also a staff in one of non governmental organization called UNIMIG NTB. UNIMIG NTB stands for “Union Migrant”. Here, I work as Human Resource staff. Specifically I work on developing currculum in improving Indonesian migrant workers skill such English. Our first concern is to improve migrant prosperity. As we know that Philippinian migrant get higher salary because they speak English, they understand what they should and should not they do because they understan the isntructions while Indonesian migrant worker badly paid and badly treated. One of the reason is because they don’t understand the instruction that make them do things wrong then later end up by the bad treatment from their employer. And this is our first concern for the migrant worker. Last but not least, I also active steering committe in one of student organization in my university called argUMent. I am one of the founder. We concern on providing free english course for all student whether they come from science or social science. We also concern on widening student knowledge about general science and latest issue all over the world.
[kali ini mereka tak terpancing apa-apa, Cuma ngangguk-ngangguk saja sambil menulis sesuatu di kertas]

3. Why Turkey?
Dahulu saya dinasehati oleh seorang yang sudah menjelajah dunia kemana-mana dengan hanya bermodalkan beasiswa. Pertanyaan ini tricky (menjebak). Kata beliau banyak orang yang tergelincir dengan menjawab “Because I love beaches in Australia”, kata beliau lagi, bener-bener gak mikir tu orang, kalau mau sekedar liat pantai di Indonesia banyak pantai yang lebih bagus dari pantai Australia.
Nah juga buat teman-teman jangan sampai menjawab “karena saya pengen ke Aya Sofya dan Blue Mosque” jangan dah. Jangan sekali-kali. Berbekal pesan senior tadi, saya menjawab dengan hal yang tidak bisa saya tulis di motivation letter karena dibatasi jumlah karakternya:
“Plants need sufficient and good nutricient such NPK in order to produce a good leave, good fruit. It also applicable to human being, in order to give more contribution I should gain more and should be trained more. And I do believe that Turkey is a great place for me to absord such kind of “nutrition” since education in Turkey is well organized and some of the university are world wide recognized universities.

4. What is your future plan?
Nah yang ini saya lupa jawaban saya apa. Tapi kalau gak salah ingat jawabannya sama dengan apa yang saya tulis di Letter of Intent. Saya menyebutkan bahwa saya akan kembali ke organisasi dan lembaga tersebut setelah menyelesaian kuliah di Turki. Entah apa pertanyaannya, yang jelas saya pernah berkata seperti ini dalam waancara tersebut:
I want to make them see that I can do it, I can go travel to Jakarta on my own. I spent two days by bus because I want to reach my dream. Yes, I want to make my dream come true.

5. From where you got the Information
Kalau yang ini saya gak tau apa yang melatar belakangi mereka untuk bertanya yang seperti ini. Kalau saya dulu menjawannya dengan saya mengetahui informasinya dari salah seorang teman satu organisasi yang pada saat itu [saat wawancara beasiswa] sudah berada di Turki dengan beasiswa ini.

6. Come Earlier
Ketika interviewernya sudah kehabisan pertanyaan, salah satu dari mereka meraih kertas dan melihat jadwal. Kemudian berkata “Fatma, you come earlier” dan dengan mantap saya menjawab “Yes, I don’t want to lose my chance”
Saya yang seharusnya di interview 13:30 – 14:30 akhirnya di wawancara jam 11an kalau tidak salah ingat. Waktu itu panitia menyediakan absen, jadi urutan interview bukan urutan yang tertulis di email lagi tetapi mengikuti absen. Entah disengaja atau tidak. Tapi saya rasa itu adalah salah satu pertimbangan bagi mereka, karena salah satu dari mereka berkata seperti itu, artinya bahwa mereka put it into consideration.

Sebelum beranjak pergi, mereka meminta saya untuk menunjukkan dokumen asli seperti passport, ijazah dan transkrip. Hanya dilihat saja, dan kemudian kita bawa kembali. Sebelum saya pergi saya berkata “It was so cold when I just entered the room, but during the interview it was so hot, maybe because the hot seat”. Mereka kemudian tertawa.
Saya kemudian memnberikan senyum khas saya yang manis sebelum meninggalkan ruangan kepada dua lelaki bermata biru tersebut🙂
#Narsis.

C. DU’A

1. Your “two” angel
Do’a orang tua, saya rasa teman-teman sudah membaca buku I. Santoso. Jadi saya tidak perlu susah-suah menjelaskan. Ada dua malaikat yang senantiasa doanya cepet sampai, seperti jalan tol.

2. Doa lagi
Tentunya jangan lupa berdoa untuk diri sendiri, juga tambahkan dengan sholat malam.

3. Shadaqah
Tak lupa untuk banyak-banyak memberi, kepada ibu-ibu penjual kue pinggir jalan, tukang ojek yang belum dapet pelanggan sejak pagi, bahwa mereka juga punya mimpi seperti kita. Mimpi untuk menyekolahkan anak-anaknya, mimpi untuk bisa makan malam ini, mimpi untuk bertahan hingga esok.

Hanya itu yang bisa saya bagi, kalau ada yang kurang mungkin bisa ditambahkan di kemudian hari. Last but not least, saya ingin mengutip kata-kata Anis Matta saat tour Bosphorus bersama 22 perwakilan dunia di Istanbul beberapa hari yang lalu:

“Kegembiraan adalah sumber energi kita, kekuatan kita, dalam mencapai hal-hal besar di dalam hidup kita itu ditentukan oleh kemampuan kita mempertahankan sumber kegembiraan itu. Karena itu tidak boleh ada peristiwa di dalam hidup ini yang bisa mencabut kegembiraan dari hati kita semuanya. Tidak boleh ada”

Semangat Berjuang. Salam.
Fatih, Istanbul 02 Mei 2013.

32 thoughts on “TIPS AND TRICKS TO KICK TURKIYE BURSLARI SCHOLARSHIP INTERVIEW

  1. assalamu’alaikum,, wah, tetangga saya tuh mbak, pak anis matta…
    suka kita palakin klo lg ke masjid.. hehe…
    jadi deg-deg-an.. bagusnya pake baju apa? kita kasih salam in english atau assalamu’alaikum ke mereka?😀 (ga penting bgt ya pertanyaannya)
    kita insyaallah dapet jadwal wawancara senin depan… mohon doanya

  2. alaikumslmwrwb. Halo Risma, selamat melanjutkan perjuangan ya ke tahap selanjutnya. Asik ya, punya tetangga luar biasa. Yang pasti pakai baju yang sopan dan rapi…kalo ada batik boleh batik..dan rok. Jangan lupa ikuti Kultweet Bongkar Habis di Balik Kursi MEJA wawancara Beasiswa TURKI malam ini, pukul 20:00 Waktu TURKI, atau pukul 12:00 WIB melalui akun tweter @eviexist kamu bisa berdiskusi disana…

  3. perasaan ngga nulis nama, kok pak admin tau namanya risma yah? *garuk2 kepala*
    jam 20.00 waktu turki, di jakarta jam brp yak?

  4. wah iya yah, hoho…kebetulan tadi ada yang nanya dari Risma, #tuningg…adminnya lagi eror ini. jam 20 waktu Turki, jam 12:00 waktu indonesia.

  5. assalamu’alaikjum.
    mbak saya mahasiswi smester akhir, insya Allah tahun ini wisuda.
    saya sangat tertarik dengan TURKI dan ingin melanjutkan S2 ke sana.
    pertanyaannya.
    apa yang harus dipersiapkan untuk mendapatkan beasiswa S2 ke sana?
    dan adakah jurusan hukum islam di sana,
    terimakasih mbak..

  6. Wah. U were so lucky mbak fatma.
    Mbak aku tamat sma tahun 2010 dn d3 thun 2013 aq pgn bgt kuliah lg di turki ambl undergraduate tapo masalahnya saya lahir thn 1992. Msh bsa gak ya ikut tahun ini

  7. Asslmualaikum…
    kak.. ana pngen dftar uga..
    tpi ana krng tw d cra dftr online it..
    ap smua a kyk brkas2 a hrus d penuhi?

    trus bsa tlong d pndu kak.. cra jwb interview a? yg gk ribet.. yg singkt.. tpi gk trlalu ssah d phami bhsa a..
    bsa kn k2??
    please k2. … I Just a Poor man..
    I wont to get schoolar in turkey…
    please. help me..

  8. I’m an English teacher in Islamic public high school in my hometown, I wish I could get scholarship to continue my study in Turkey, I was graduated in 2011 on Tadris Bahasa Inggris STAIN Salatiga. any suggestion what should i do next?
    Terimakasih🙂

  9. Ka, kalau daftar S2, pas interview ditanya rencana thesis-nya nggak? Terus harus pakai sertifikat test GRE nggak? Kalau saya S1nya jurusan sastra inggris, S2nya bisa ke jurusan psikologi atau tidak? Terima kasih.

  10. Pingback: Jawaban atas Semua Pertanyaan | imamprayuda

  11. Pingback: Türkiye Bursları Scholarship | imamprayuda

  12. Kak, saya lagi jadi mahasiswa d3 tapi masih semester 2, nah saya mau ikut turkey schoolarshipnya gak apa kah? Kalau wawancara apa saya harus jujur kalau saya masih jadi mahasiswa d3?

  13. assalamualaikum kak Fatma, syukron katsir! sangat bermanfaat infonya! aku juga dari NTB , domisili mataram… santai banget kayaknya kakak2 saat interview, bagaimana kak kalau tiba2 mendadak kita tersendat inggrisnya? apakah nanti ada yang membantu menerjemahkan? terkadang saat nervous, kita terbata2 dalam berbicara,minta doanya kak aku submiters tahun ini,HIDUP NTB!

  14. Jadi sebelum wawancara, kita harus punya paspor dulu ya? Saya kira bikin paspor bisa kalo sudah dinyatakan diterima.

  15. kak pemisi saat ini saya udah kuliah tapi saya ingin pindah ke kuliah ke negara turki saya mau tanya untuk persyaratannya itu apakah harus menyertakan sertifikat TOEFL? terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s