KEISTİMEWAAN SEORANG MUSLİM

KAJIAN MUSLİMAH LKSMIT
RABU 22 JAN 2014

Oleh USTADZAH SRİ KUSNAENI

(RINGKASAN)

ImageSebagai seorang manusia, kita memiliki kelebihan dibandingkan dengan makhluk lain bahkan dibandingkan dengan malaikat sekalipun. Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (QS Al İsra: 70)

Manusia bisa lebih tinggi derajatnya jika ia beriman dan bertaqwa sehingga dapat  melebihi malaikat karena malaikat hanya bisa taat sementara manusia bisa taat dan maksiat. Sehingga dalam kondisi bisa maksiat manusia dapat memaksa dirinya menjadi orang bertaqwa. Dalam rahim ibu, semua manusia pada hakekatnya pernah berikrar

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, (QS Al A’raf:172)

Tapi setelah dilahirkan, seorang manusia (anak manusia) akan tergantung pada lingkungan. Orang tuanya yang membuatnya akan membuat seorang anak menjadi majusi atau nasrani.

Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi seorang Yahudi, seorang Nasrani maupun seorang Majusi. Sebagaimana seekor binatang yang melahirkan seekor anak tanpa cacat, apakah kamu merasakan terdapat yang terpotong hidungnya? Sehingga saat ini banyak agama di dunia padahal semua manusia sudah mengakui bahwa Alloh adalah sesembahan manusia.

Maka itu pengakuan manusia perlu diulang dalam bentuk syahadat. Dalam syahadat digunakan kata ilah dan bukan rabb karena ilah adalah sesembahan dan kecintaan. Sehingga jika sudah bersyahadat maka sesungguhnya manusia memiliki modal dasar untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Modal tersebut harus dikembangkan dan diasah lebih lanjut. Modal dasar sebagai seorang muslim adalah syahadat karena dengan itu segala amalnya diperhitungkan dan kehormatan seorang muslim dilindungi oleh Alloh karena diharamkan membunuh sesama muslim. Menjadi seorang muslim saja tidaklah cukup. Muslim harus naik derajat menjadi mukmin.

Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS Al Hujurat: 14)

Manusia dituntun untuk tunduk dan beriman (muslim à mukmin) paling tidak mengakui yang enam. Dalam alquran disebut, bahwa orang yang beriman adalah yang hatinya bergetar saat disebut nama alloh dan bertambahlah keimanannya.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (QS Al Anfal: 2)

Sementara, orang-orang beriman mempunyai ciri:

  1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
  2. (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya,
  3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,
  4. dan orang-orang yang menunaikan zakat,
  5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
  6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.
  7. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
  8. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.
  9. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.
  10. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,
  11. (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. (QS Al Mu’minun: 1-11)

Orang-orang beriman ini kemudian diseru menuju derajat muttaqin. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (QS Al Baqarah: 183)

Dan jaminan masuk surga itu diberikan kepada orang yang bertaqwa (laki-laki dan perempuan). Tingkatan orang bertaqwa inilah tingkatan yang harus dicapai seorang mukmin. Hakikat taqwa adalah ibarat berjalan di jalan yang berduri dan banyak jebakan. Kita harus selalu berhati-hati. Muslim laki dan muslim perempuan saling tolong untuk amar maruf nahi mungkar demi mendapatkan kesuksesan. Alloh tidak membedakan dalam memberikan pahala dalam beribadah sehingga perempuan tidak perlu seperti kaum feminis bahwa dunia harus dikuasai oleh perempuan. Pemikiran itu sangat bertentangan dengan syariat dan tidak sesuai dengan fitrah manusia. Pemikiran tersebut justru membuat perempuan menderita karena sejak jaman rasulullah sudah banyak perempuan yang berjuang di bidang masing-masing tanpa melepas identitas perempuannya, seperti khadijah yang merupakan konglomerat dan banyak membantu dakwah rasulullah atau aisyah yang menjadi ilmuwan yang didatangi oleh para pria atau Ummu salamah yang selalu memberikan ide cemerlang saat rasul gagal masuk mekkah dan berhaji atau ummu hani yang ikut berperang.

Jadi tidak ada alasan bahwa perempuan harus menjadi seperti laki-laki karena contoh-contoh tersebut bahkan Alloh memberikan kesempatan seorang perempuan yang sudah menikah untuk masuk surga dari pintu mana saja asal menjadi istri yang taat kepada suami dan saat ia meninggal suaminya dalam keadaan ridho kepadanya. Dalam Sunan At-Tirmidzi dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, RasulullahShallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Wanita (istri) mana saja yang meninggal dalam keadaan suaminya ridha kepadanya niscaya ia akan masuk surga.” At-Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan.”

 Ciri wanita solehah:

  1. Menyenangkan saat dipandang. Bukan dengan dandanan yang menor melainkan murah senyum, optimis dan tidak membuat suami gundah gulana.
  2. Selalu taat seperti muti’ah. Ia adalah calon penghuni surga karena bahkan saat menerima Fatimah sebagai tamu pun, Muti’ah tidak menerimanya karena belum minta ijin dari suaminya. Ketika Fatimah datang lagi bersama Husen, lagi-iagi ditolak karena ijinnya hanya untuk Fatimah. Ketika datang lagi bersama Hasan, ditolak lagi sampai akhirnya Muti’ah mendapatkan ijin dari suaminya. Di rumahnya ia menyimpan cemeti untuk suaminya untuk memukul dirinya jika menurut suaminya ia tidaklah taat.
  3. Menjaga harga diri dan harta suaminya jika suami tidak ada disampingnya. Sebaiknya seorang istri tidak banyak cerita mengenai kejelekan suaminya kepada orang lain. Segala harta suami dijaga dan disyukuri karena itu adalah amanah.

Dalam Islam, seorang suami boleh memukul tapi di tempat yang tidak menyakitkan dan menggunakan kayu siwak.  Hal ini adalah untuk menjaga para istri untuk selalu taat.

Selain sebagai istri, seorang muslimah pun berhak mendapatkan keutamaan menjadi seorang ibu apalagi jika anak-anaknya adalah anak-anak soleh hasil didikannya. Karena doa anak-anak yang soleh tetap mengalir walau orang tuanya sudah meninggal.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

İtulah peluang emas yang diberikan alloh kepada muslimah yang diberikan anak-anak sebagai amanah dari Alloh. Ibu harus selalu menjadi contoh yang baik bagi anak-anak. Kalau kita mau anak-anak kita menjadi anak yang soleh maka kita kita pun harus menjadi orang yang soleh. Selain itu kita juga harus mampu bermanfaat untuk orang lain dan masyarakat di sekitar kita. Manfaat itulah yang membuat kita dicatat sebagai manusia terbaik. Terutama manfaat ilmu Islam yang berguna di dunia maupun di akhirat.

Mari kita maksimalkan kehidupan di dunia dengan amalan-amalan terbaik yang kelak kita panen di akhirat.  Jangan sampai kita menjadi manusia yang merugi di akhirat. Naudzubillahi min dzalik.

PERTANYAAN:

  1. (QS An Nisa: 9):

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.

Dari surat tersebut beberapa orang berkata “jangan punya anak banyak” karena tidak akan sejahtera. Tanggapan ustadzah?

Konteks surat itu adalah tidak meninggalkan anak-anak lemah dalam masalah aqidah. Jika ortu meninggal yakinkan anak-anak tidak lemah iman dan lemah akhlak dan juga tidak lemah dari sisi fisik dan ilmu. Orang tua harus berjuang supaya anak-anak memiliki kekuatan fisik, ilmu, iman dan akhlak.

Jumlah anak relatif karena semua tergantung kesungguhan orang tua dalam mendidik anak-anaknya.  Semua kembali pada manajemen waktu dan sumber daya yang kita miliki.

Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena kemiskinan.  Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka. (QS. Al An’am: 151). 

  1. Suami jaman sekarang tidak sesoleh suami jaman dulu. İstri sudah menjalankan kewajibannya tapi aqidah suami tidak sesuai harapan istri. Apa yang hrs dilakukan seorang istri yang  kecewa dengan aqidah suaminya?

Sepanjang suami itu seorang muslim maka istri tetap harus taat kepada suami selama suami tidak memerintahkan sesuatu yang bertentangan dengan Alloh swt. Istri juga harus berkomunikasi kepada suami dan memberikan pemahaman kepada suami. Taat kepada suami adalah wajib hukumnya. Ibadah-ibadah lain dapat diatur waktunya. Saat suami membutuhkan istri maka istri harus memenuhi kebutuhannya terlebih dahulu.

  1. Jaman sekarang banyak istri menjadi TKW di luar negeri. Jika istri mengirim uang setiap bulan kepada keluarga, apakah itu sedekah?

Kalau suami mengijinkan istri bekerja jauh, diperbolehkan tapi itu membuka peluang kehancuran keluarga karena istri tidak bisa memenuhi kebutuhan suami dengan maksimal. Tapi, hal tersebut dapat digolongkan sedekah (jika suaminya mengijinkan dan ridho) walau tidak menghapus kewajiban suami untuk memberi nafkah keluarga. Kewajiban mencari nafkah tetap merupakan kewajiban suami dan sebisa mungkin istrinya tidak perlu bekerja jauh dari keluarga.

  1. Berkaitan dengan ciri istri solehah yang ketiga, apabila suami diperlakukan seenaknya oleh kelaurga suaminya dan istri tidak pernah komplen dan selalu diam saja, apa yang harus dilakukan istri?

Istri harus mengoreksi diri/muhasabah, apakah setelah menikah suami jadi jauh dari keluarga sehingga keluarga merasa kehilangan; apakah istri yang tidak dekat dengan keluarga suami dan tidak usaha mengambil hati. Diskusikan dengan suami mengenai hal ini secara terbuka. Jangan sampai itu hanya menjadi pendapat/perasaan istri saja dan buat suami hal itu bukanlah masalah. Istri harus membantu suami untuk selalu taat kepada orang tua dan keluarganya dan tetap dekat dengan keluarganya walau sudah menikah.

  1. Mana yang diutamakan, kewajiban kepada Alloh atau kepda suami?

Dulukan kewajiban kepada Alloh karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada alloh. Istri taat kepada suami karena perintah Alloh. Ketaatan kepada Alloh adalah yang paling utama.

  1. Apakah yg dimaksud sebagai muslim itu hanya sekedar menjalankan sholat? Seadainya ada seseorang yang aqidahnya belum lurus, tapi masih sholat, apakah masih termasuk muslim?

Muslim adalah orang yang sudah bersyahadat dan harus rela menjadikan hanya Alloh saja yang berhak mengatur hidupnya dan diberikan ketaatan dan kecintaan. Cinta-cinta  yang lain tidak boleh mengalahkan cinta kepada Alloh. Cinta kepada yang lain adalah dalam rangka cinta kepada Alloh. Jika mencari harta tidak menjadikan harta sesembahannya. Jika mencari jabatan tidak menjadi musyrik karena pergi ke dukun. Jika mencari pasangan lalu mengabaikan agama dan aqidah.

Muslim sejati adalah yang mampu memahami dan mengamalkan makna syahadat dan tidak menjadikan yang lain sebagai sesembahan dan diberikan ketaatan serta kecintaan. Aqidah adalah hal yg strategis karena kalo aqidah lurus tinggal disempurnakan dengan akhlak yag baik dan ibadah yang benar.

Aqidah itu tidak terlihat, seperti akar pada pohon. Jika akar kuat pohon akan kuat. Dari akar akan hadir batang yang kokoh dan dedaunan dan buah yang lebat.

Kalau seorang muslim, ia bisa saja meninggalkan kewajiban dan tidak merasa bersalah. Contoh, masih banyak orang yang tidak menutup aurat dan tdk merasa berdosa padahal menutup aurat adalah wajib.

Saat menjadi mukmin, saat ia meningalkan kewajiban ia akan merasa bersalah. Mengapa tidak menutup aurat? Sehingga berusaha mengikuti aturan Alloh dan mulai mengamalkan sunnah untuk melengkapi yang wajib. Jika salah, ia akan segera bertobat kepada Alloh swt.

Untuk muttaqin hal wajib bukanlah masalah, menambah dengan yang sunnah sampai-sampai Alloh mencintai dia dan mendukungnya karena senantiasa taat kepada

Alloh.

  1. Ada teman yg sudah menikah dan tinggal dengan orangtuanya tapi suaminya tidak cocok dengan ortunya dan sering berdebat.

Awalnya dibicarakan dulu dengan suami, apakah boleh istri membawa ortu untuk tinggal bersama, mengingat rumah itu adalah rumah suami. Sebagai anak dan sebagai istri harus pandai menjaga perasaan kedua belah pihak.

Jangan memperkeruh suasana dengan menceritakan komplen dari kedua belah pihak.

Carikan solusi, apakah ada saudara laki-laki yang bisa ditumpangi oleh ibu karena anak laki-laki lebih wajib mengurus orang tua.

  1. Siapakah yang sebaiknya menjadi pihak ketiga dalam urusan keluarga?

Sebisa mungkin persoalan rumah tangga harus diselesaikan bersama antara suami dan istri dan jangan melibnatkan orang lain. Jika sulit, perbanyak munajat kepada Alloh. Jangan biasakan curhat kepada pihak kepada orang ketiga.

Tapi jika memang harus melibatkan orang lain maka carilah orang yang dianggap dapat mencarikan jalan keluar, terutama dari orang-orang yang baik pemahaman agamanya. Jika sarannya masih sulit dijalankan, islam membolehkan perpisahan walau tidak disukai Alloh. Bahwa visi berkeluarga:  

Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan (QS Az Zukruf 43)

ketika menikah harus punya visi itu. İndah di dunia dan bisa masuk surga bersama pasangan. Dan perjalanan menuju surga adalah perjalanan yang penuh tantangan.

  1. Tips agar anak-anak menjadi hafidz atau hafidzah?

Anak adalah peniru yang hebat. Orang tua adalah cermin buat anaknya. Meskipun ortunya bukan hafidz tapi terus usaha menghapal walau sulit, maka anak-anak akan melihat ortunya menghapal quran sehingga tergerak untuk menghapal quran juga.

  1. Berikan contoh
  2. Carikan lingkungan yang baik untuk menjadikan anak mudah menghapal, sekolah dengan program tahfidz atau pesantren atau teman-teman main untuk sama-sama menghapal.
  3. Berikan motivasi atau penghargaan jika sudah mencapai target hapalan. Penghargaannya dapat berupa sesuatu yang dibutuhkan anak-anak dengan mengambil momentum capaian hapalan qurannya.
  4. Membiasakan tilawah sejak awal, bahkan dari masa kehamilan.

Alhamdulillahirabbil alamin. Astaghfirulllahiladzim. Subhanakallahumma wabihamdika asyhadualla ilahailla anta astagfiruka wa’atubu ilaik. Wallahualam bishshowwab. Billahitaufiq wal hidayah wassalamualaikum wr wb.

Div. Kewanitaan LKSMIT

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s